RRC, jorok?

Banyak yang bilang kalau toilet di seluruh penjuru RRC alias Tiongkok itu jorok. Sudah banyak juga buku traveling yang menyinggung kalau berkunjung ke Tiongkok itu harus siap tiga hal: tisu untuk nutup hidung, toilet seat sanitizer, dan tisu basah.

Saya pernah baca juga buku yang sampai menyebutkan, di Tiongkok itu kalau ibu-ibu mau ganti popok anaknya ya dibuka aja. Maksudnya dibuka di tengah mall dengan cueknya dan popoknya di buang ke tempat sampah. Bayangin aja tempat sampah dekat eskalator yang ternyata isinya popok penuh pup. Ew! Baju anak-anak pun didesain ada bolongan di tengahnya supaya kalau si anak mau pipis tinggal buka dan pipis suka-suka.

Tapi benar nggak sih RRC ‘sebegitunya’?

Sebagai orang yang pernah tinggal dua bulan di sana, saya bisa jawab ya dan tidak.

Kalau nemuin yang ekstrem kaya kasus di atas sih belum pernah. Atau mungkin karena saya memang nggak tinggal di Beijing, tapi di sebelah utara Tiongkok, tepatnya di Dalian. Sedangkan yang banyak dibahas buku-buku tentang kebiasaan jorok itu ada di Beijing.

Kalau berkunjung ke daerah pinggiran atau pedesaan, memang toiletnya ya toilet tanpa sekat. Alias cuma ada lobang panjang kaya got, terus kita jongkok di situ. Karena nggak ada sekat, pipis pun bisa dilakukan ramai-ramai sama teman sambil ngobrol pula.

Kalau lobang panjangnya berhadapan ya berarti bisa saling melihat ‘anu’ masing-masing. Kronologis pipis berjamaah ala orang Tiongkok adalah: ngobrol haha-hihi, masuk toilet, jongkok hadep-hadepan sambil masih ngobrol, turunin celana, pipis, naikin celana, selesai, ngobrol lagi.

Pakai air? Nggak. Tisu? Nggak juga.

Toilet macam got gini jelas nggak punya fitur flush. Jadi kalau BAB ya BAB-nya menggenang aja gitu. Mungkin nanti ada petugasnya yang nyiram atau dikubur pakai tanah (?).

Teman-teman saya yang asli Tiongkok nggak pernah peduli pakai tisu untuk cebok. Sedangkan teman saya yang orang Taiwan harus kudu banget bawa tisu ke toilet. Saya yang orang Indonesia wajib bawa tisu dan botol air.

Di sana saya nyaris nggak pernah nemu toilet yang ada cebokan air. Seringnya malah toilet ya nggak di-flush. Pernah juga waktu itu saya masuk ke toilet mall yang  baru direnovasi. Kesannya sih masih bersih, baru, dan mengkilat. Eh, pas masuk zonk banget karena ada pup berceceran cokelat-cokelat di atas klosetnya. Huek -_-

Kayaknya itu pengalaman toilet terburuk saya. Selebihnya sih ya oke-oke aja (atau lama-lama saya terbiasa?) Toilet di Tiongkok memang baunya khas. Paling saya tahan napas daripada nggak jadi pipis. Di kota Shenyang dan Harbien juga nggak buruk-buruk amat karena mereka termasuk kota besar.

Paling-paling saya kaget melihat ibu-ibu yang pipis tanpa menutup pintu toilet. Pipisnya nggak disiram, dan langsung pakai celana tanpa dilap. Meskipun toiletnya jorok,  jalanan di Tiongok lebih bersih daripada di Indonesia. Fasilitas umumnya pun (kecuali toilet) bersih, rapi,  dan terpelihara dengan baik.

Eh, pengalaman yang kaya gini lebih ekstrem daripada kasus si ibu-ibu ganti popok anaknya nggak ya?

 

 

3 thoughts on “RRC, jorok?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *