Review Dokter Kandungan di Bogor

REVIEW DOKTER KANDUNGAN DI BOGOR - RANSELRIRI

Insya Allah di Bulan April nanti saya dan suami akan menyambut anggota keluarga baru, yaitu dedek bayi 😊. Di postingan kali ini saya akan mereview beberapa dokter kandungan di Bogor yang pernah saya datangi. Siapa tahu bisa membantu ibu-ibu yang sedang mencari-cari obgyn di sekitaran Bogor.

dr. Dian Ambarwati, SpOG

Tempat praktik: RSIA UMMI Bogor & RS Azra Bogor
Dokter Dian adalah obgyn pertama yang saya datangi, bahkan sebelum nikah. Jadi waktu sebelum nikah, tepatnya seminggu sebelum hari H, saya memang sengaja memeriksakan diri dan berkonsultasi ke obgyn. Saya memilih obgyn perempuan karena merasa risih aja harus melorotin celana buat USG (karena belum nikah).
Memeriksakan diri ke obgyn ga harus selalu ketika ada keluhan kok. Malah hal ini baik supaya jika ada keluhan, kista misalnya, bisa segera terdeteksi dan diobati sejak dini. Soalnya banyak masalah kandungan yang nggak menimbulkan rasa sakit.
Alhamdulillah hasil pemeriksaan menyatakan rahim saya bersih, sehat, dan telur saya banyak 😃. Waktu pemeriksaan memang bertepatan dengan masa subur. Dokter Dian kemudian bertanya, saya datang dengan siapa. Setelah bilang dengan calon suami, si calon suami disuruh masuk untuk bersama-sama mendengar penjelasan. Dijelaskanlah hal-hal yang berhubungan dengan kontrasepsi kalau mau menunda momongan, dan vitamin yang sebaiknya dikonsumsi kalau mau langsung promil setelah menikah. Cara menjelaskannya enak, ramah, dan mudah dikontak lewat WhatsApp.
Oh iya, sebelum saya menikah yaitu sekitar awal Januari 2018,  dokter Dian masih praktik di RS Suryatni. Nah setelah saya tahu kalau saya hamil (bulan Agustus), sayangnya dokter Dian sudah nggak praktik di RS Suryatni.
Di RS Ummi, beliau praktik hari Sabtu, jadi pas lah buat saya dan suami yang cuma punya waktu akhir pekan untuk kontrol. Antrian di RS Ummi ini ternyata panjang banget karena pasien beliau banyaaaak. Mungkin karena faktor ini juga, saya jadi mendapat kesan kalau beliau jadi terburu-buru dalam menjelaskan. Berhubung saat hamil saya lebih banyak menetap di rumah orang tua, akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke obgyn yang lebih dekat, yaitu di RS Hermina.
Biaya kontrol di RS Ummi
Administrasi pasien lama = Rp10.000
Konsultasi dokter = Rp135.000
USG 2D + print = Rp110.000
Gel USG = Rp7.260
Total = Rp262.260 (Belum termasuk vitamin dan obat-obatan)

dr. Astri Susanti, SpOG

Tempat praktik: RSIA UMMI  Bogor & RS Hermina Bogor
Memasuki usia kehamilan 14 minggu, kami memutuskan untuk pindah kontrol ke dr. Astri di RS Hermina. Ibu saya merekomendasikan dokter Astri setelah menengok tetangga yang baru melahirkan dan ditangani oleh dokter ini. Katanya dokternya ramah dan sabar.
Oke deh, berhubung beliau ada praktik di hari Sabtu, saya pun mendaftar. Ternyata dokternya memang ramah dan memberi penjelasan panjang lebar. Mulai dari berat, ukuran kepala, kaki, tangan, organ dalam, dan detak jantung bayi. Ini penting berhubung ini kehamilan pertama saya, saya memang butuh ‘diceramahi’. Terutama suami ya, kalau dokternya bawel kan enak, soalnya suami termasuk yang malas baca-baca dan cari informasi seputar kehamilan. Dokter Astri juga bukan yang selalu meresepkan vitamin tertentu, selama stok vitamin saya masih ada.
Cuma memang biaya konsul dan USG di Hermina jauh lebih mahal daripada RS Ummi dan Suryatni. Jadinya kami memutuskan untuk nggak ngeprint. Nanti aja bulan depan, saat kelamin si dedek sudah kelihatan 😃.
Biaya kontrol di RS Hermina Bogor
Konsultasi dokter + USG 2D tanpa print = Rp195.000 (Belum termasuk vitamin dan obat-obatan)

dr. Al Fathdry, Sp.OG

Tempat praktik: RSIA Bunda Suryatni & RS Hermina
Nama dokter Al Fathdry udah cukup terkenal di Bogor. Saya periksa ke beliau bukan dalam rangka cek hamil, tapi karena waktu haid pertama sakitnya nggak tertahankan. Sampai susah jalan dan ngilu kalau terguncang di motor :(. Karena khawatir ada apa-apa, akhirnya sepulang kerja saya langsung cari dokter yang saat praktik di Senin sore.
Dokter Al Fathdry praktik Senin-Sabtu di RS Suryatni. Buat ibu-ibu yang nggak pengen ribet menyesuaikan dengan jadwal dokter, dokter Al ini bisa jadi pilihan. Soalnya beliau praktik dari pagi, siang, sore, sampai malam! Tapi dengan jeda tentunya. Meskipun jadwalnya banyak, lumayan lama juga saya nunggu. Tiga jam menanti nama dipanggil dengan badan berkeringat dingin dan perut sakit ga karuan itu rasanya maknyos banget.
Sayangnya saya merasa nggak cocok dengan beliau. Menurut saya beliau cenderung pendiam, tidak banyak omong, dan harus ‘dicolek’ dulu baru ngasih penjelasan. Itu pun setelah hening cukup lama dan bikin awkward.
Alhamdulillah setelah di-USG, rahim saya tetap dinyatakan bersih, tidak ada kista atau miom. Namun setelahnya saya nggak dikasih penjelasan yang memuaskan. Saya hanya diberi obat karena khawatirnya saya endometriosis (serius ini bikin saya parno). Itu pun hanya saya minum sekali, karena Alhamdulillah bulan berikutnya (setelah sebelumnya mengalami nyeri haid yang parah), test pack menunjukkan strip dua.
Tapi lagi-lagi ini pengalaman subjektif saya ya. Banyak kok blog lain yang mengulas pengalaman positif, terutama bagi yang sedang program hamil dengan dokter Al Fathdry 😃.
Biaya kontrol di RSIA Bunda Suryatni
Konsultasi dokter + print USG 2 dimensi = Rp265.000

(Baca juga: Diary Kehamilan: Cerita Kehamilan Pertama, Pertama Tahu Hamil)

dr. Andrianto Dwi Utomo, Sp.OG

Tempat praktik: RS Hermina Bogor

Saya cuma sekali kontrol ke dr. Andrianto karena waktu itu dr. Astri pindah jadwal. Usia kehamilan saat itu menginjak 37 minggu, yang rupanya jadi kontrol terakhir karena dua minggu kemudian gelombang cinta datang. Dengan logat jawanya, dr Andrianto cukup komunikatif, yang artinya nggak irit ngomong dan nggak banyak ceramah juga.
“Dik, naik berapa kilo ya?”
“Lumayan dok, tapi nggak sampai 15 kilo kok. Kenapa dok, bayinya besar ya?”
“Yha lumayan untuk ukuran kamu.”
Saat pengukuran fundus sama Bidan Erie Marjoko sih, Bidan Erie sudah bilang kalau kemungkinan bayi saya besar. Karenanya saya diminta jaga makan dengan diet karbo dan diet gula supaya bobot bayi nggak bertambah terlalu banyak. Masalahnya panggul saya pas-pasan! Kalau mau melahirkan normal dan lancar ya diusahakan bayi tidak terlalu besar.Tapi lagi-lagi Bidan Erie membesarkan hati saya kalau nggak usah khawatir, pasti bisa kok lahiran normal.
Saya berharap dr. Andrianto juga menyarankan hal serupa. Tapi ternyata komentar beliau selanjutnya adalah, “Yha kan bayi di dalam perut nggak bias fitness dek.”
Saya nyengir. Si pakdok malah bercanda nih.
“Sekarang usianya udah 37 minggu ya mau gimana lagi,” katanya, dan selanjutnya malah menerangkan prosedur seperti vakum dan SC untuk mengeluarkan bayi besar.
Ouch! Babay deh. Saya balik lagi ke bidan aja deh. *nyengir*

(Baca juga: Mengupayakan Gentle birth bersama Bidan Erie Marjoko)

Nah itu dia review beberapa obgyn yang pernah saya datangi. Kemungkinan masih akan bertambah karena saya penasaran sama dr Budi Susetyo, dokter terfavorit seantereo bumil di Bogor yang reviewnya banyak berseliweran di blog. Tapi antriannya juga ga nahan bu! Bisa sampai tengah malam.

Perlu diingat kalau review dokter kandungan di Bogor ini bersifat subjektif karena berdasarkan pengalaman pribadi. Dalam memilih dokter kandungan, berikut hal-hal yang jadi pertimbangan saya:

  1. Dicover asuransi kantor suami. Rumah sakit harus bekerja sama dengan asuransi kantor (pastinya), karena biaya tiap kontrol itu lumayan ya bu.
  2. Sistem antrian yang fair. Sejauh ini sih saya merasa sistem antrian Hermina lebih enak dibandingkan RS Ummi. Di Hermina saya bisa booking lewat aplikasi. Sedangkan di RS Ummi harus datang minimal 2 jam sebelum jam praktik dibuka untuk mendapatkan nomor urut awal.
  3. Dokter yang nggak terlalu pendiam. Alasannya sudah dijelaskan di atas ya, karena saya dan suami butuh knowledge seputar kehamilan secara umum dan kondisi kesehatan saya secara khususnya. Salah satu indikatornya adalah bagaimana cara dokter menjelaskan hasil USG.
    (Baca juga: Diary Kehamilan: USG 4D Murah Meriah)
  4. Sejauh ini sih saya nyaman dengan dokter kandungan perempuan, walaupun nggak masalah juga dengan dokter laki-laki. Yang penting merasa sreg dengan dokternya.

Intip kisaran biaya persalinan rumah sakit di wilayah Bogor di sini.

Semoga membantu ya bumil-bumil cantik 😃!

6 thoughts on “Review Dokter Kandungan di Bogor

  1. terimakasih atas sharing infonya ya, saya juga skrg sedang promil anak kedua. kebetulan anak pertama, saya konsultasi dengan dr. Budi Susetyo di Hermina Bogor, beneran panjaaaang bgt antriannya dan agak susah klo mau daftar krna pasti lgsg fullbooked mgkn krna dr. Budi tuh kalo periksa dan konsul bener2 djelasin bgt dan waktunya jg lama, ga pernah buru2, pokonya the best deh sampe2 saya pernah plg periksa jam 11 mlm hehehhe. saya tadinya pengen konsul lg k dr. Budi tp sayang bentrok jadwalnya karena saya dan suami hanya libur di weekend saja.

    1. Hi bun, terima kasih ya sudah mampir. Iya dr Budi emang favorit banget. Tapi sekarang booking di Hermina lebih mudah bun pakai aplikasi dan bisa langsung milih urutan nomor berapa. Tinggal kira-kira aja deh datangnya jam berapa kalau estimasi per pasien 15-20 menit. Cuma tetep aja dr Budi harus booking dari jauh-jauh hari karena lewat aplikasi pun kalau booking dadakan kuotanya selalu udah full.

  2. Hi Bun.. terima kasih banyak sharing infonya ya. Berguna banget buat nambah-nambah info sebelum memutuskan mau ke dokter yg mana. Hehe.. sedikit menambahkan boleh ya Bun.☺️
    Sekarang RSIA Ummi sdh ada layanan pendaftaran lewat WA. Jadi kita bisa daftar 1 hari sebelumnya. Ga kudu Dateng 2 jam lebih awal kayak dulu-dulu. Hehehe

    1. Wah terima kasih infonya ya Bunda. Nah iya, dari dulu saya pun mikir gitu. Kenapa RSIA Ummi nggak bikin antrian yang lebih praktis. Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana :D. Dulu bener-bener harus datang tepat 2 jam sebelum jam praktik biar dapat antrian nomor 1 hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *