Diary Kehamilan: Cerita Kehamilan Pertama, Pertama Tahu Hamil

Saya mau berbagi cerita pengalaman kehamilan pertama, tepatnya momen-momen saat baru tahu kalau ada janin di rahim saya. Jujur kehamilan ini cukup mengejutkan, tapi pastinya membahagiakan 😊.

“Rahim adalah miniatur alam semesta. Beruntung Anda terlahir menjadi seorang wanita, karena di dalam tubuhmu, Tuhan merajut karya-Nya yang agung.”
– Yessie Aprilia –

 

Senin, 23 Juli 2018

Ceritanya di bulan Juli 2018 saya mengalami kram hebat di hari pertama dan kedua menstruasi. Saya memang tipe yang rutin mengalami PMS setiap haid, tapi nyeri haid kali ini benar-benar nggak tertahankan. Rasanya tuh sampai kaya ditusuk-tusuk pisau dan susah jalan. Badan juga terasa panas dingin nggak karuan. Karena takutnya ada apa-apa, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Pulang kerja, saya ngacir ke RSIA Bunda Suryatni dan langsung daftar ke siapapun dokter yang praktik pada saat itu. Ada dua dokter yang praktik, yaitu dr. Farah Dina SPOG dan dr. Al Fathdry SPOG. Saya memilih dr Al Fathdry karena antriannya nggak terlalu banyak. Ternyata eh ternyata, saya harus menunggu sampai 3 jam dalam keadaan guling-gulingan nahan sakit 😖.

Rahim saya dicek melalui USG dan Alhamdulillah hasilnya sehat, tidak ditemukan kista atau miom. Dua hal ini memang sering menjadi penyebab nyeri haid tak tertahankan. Meski demikian, dokternya malah bikin saya parno karena kata beliau bisa aja penyebabnya adalah endometriosis. Untuk mengetahui dugaan ini benar atau tidak, harus dilakukan laparoskopi. Di sini saya langsung sediiiiih banget. Tapi lagi-lagi, ini cuma dugaan. Saya pun diresepkan obat Dismeno yang harganya Rp500.000 dan hanya diminum sekali, karena besoknya nyeri mulai reda. Pengalaman ini saya ceritakan juga di sini.

Senin, 13 Agustus 2018

Sebulan berikutnya, yaitu 13 Agustus 2018, saya mulai merasakan nyeri di perut  (kram) seminggu menjelang haid. Selain itu, payudara terasa lebih sensitif dan kencang. Saya sih belum curiga apapun, karena setiap mau haid gejalanya juga sama. Akhirnya saya minum obat Dismeno resep dokter Al Fathdry.

Kamis, 16 Agustus 2018

Saya berangkat ke Yogyakarta untuk liburan sama suami. Selama tiga hari belakangan, saya merasa nyeri punggung, pegal linu, lebih cepat capek, pusing, kurang nafsu makan, dan bawaannya ngantuk terus. Setelah latihan yoga pun, nyeri pinggang nggak kunjung berkurang.

Jumat, 17 Agustus 2018

Udah jauh-jauh ke Jogja tapi nggak ke mana-mana karena badan rasanya nggak enak banget. Akhirnya setelah tidur seharian, kami memutuskan untuk berenang dan nonton bioskop aja.

Selasa, 21 Agustus 2018

Kami menempuh empat jam perjalanan bolak-balik Yogya-Gunung Kidul untuk rafting di Goa Pindul dan Sungai Oyo. Badan keanginan dan pantat pegel, tapi senang karena Goa Pindul saat itu nggak dipenuhi orang 😃. Di sungai Oyo, saya berenang sepanjang kira-kira 2 kilometer. Padahal kalau diingat-ingat, sebenarnya saat itu saya sudah hamil 4 minggu.

Rabu, 22 Agustus 2018

Haid yang ditunggu belum kunjung tiba. Tapi saya masih santai karena berpikir mungkin mundur dua hari. Oh iya, sejak tahun 2016, saya selalu disiplin mencatat tanggal haid saya menggunakan aplikasi My Calendar. Aplikasi ini bisa diunduh di Play Store. Selain mencatat tanggal mulai dan berakhirnya haid, saya juga mencatat perubahan mood selama haid, obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengurangi nyeri, dan keluhan lainnya.

Bagi perempuan yang sudah menikah, menurut saya WAJIB hukumnya untuk mencatat siklus menstruasi. Bahkan kalau siklus haid kamu nggak teratur sekalipun. Hal ini karena hari pertama haid terakhir (HPHT), merupakan waktu diukurnya usia kehamilan. Jadi jika test pack kemudian menunjukkan hasil positif, saya sudah tahu usia kehamilan tanpa melalui USG 😊.

Minggu, 25 Agustus 2018

Nggak biasanya saya telat haid sampai lima hari. Saya mulai curiga, tapi nggak mau GR dulu. Setelah selesai masak untuk makan siang, saya iseng cek urine pakai test pack merek Akurat. Waktu itu nggak ada perasaan deg-degan atau gimana. Mengalir aja. Saya pikir palingan hasilnya garis satu lagi :p dan tau-tau sorenya keluar si tamu merah.

Ternyata tidak sodara-sodara. Setelah ditunggu beberapa detik, test pack menunjukkan garis dua yang SANGAT JELAS. Nggak ada samar-samarnya hahaha. Padahal saya ceknya di siang hari, bukan pipis pertama di pagi hari. Saya sempat terdiam, “Beneran nih? Pipis gue nggak kecampur sabun kan?”

Saya nggak menyangka akan hamil setelah sebulan sebelumnya nyeri haid hebat. Tanpa memberi tahu suami mengenai hasilnya, saya menyuruhnya membeli test pack yang agak mahalan. Ngacirlah dia ke apotek.

cerita kehamilan pertama 1
Hasil testpack pertama pakai testpack 5000-an, tapi garis duanya jelas banget. Ditatakin tisu karena abis dicelupin ke pipis :P.

Setelah dicoba pakai test pack merek Sensitif yang harganya Rp50 ribuan, hasilnya masih sama, dua garis merah. Suami saya langsung bilang, “Tuh kan, dibilangin juga apa, perutnya emang ada dedeknya.” Selama di Jogja, dia emang suka ngomong sendiri ke perut saya. Alhamdulillah, ternyata beneran ada dedeknya. Terharu aku 😭.

cerita kehamilan pertama 2
Hasil testpack kedua.

Berhubung hari minggu dan nggak ada obgyn yang buka, saya berniat memeriksakan ke bidan aja sepulang kerja besok. Memang sih, setelah baca-baca di internet, kantung ketuban baru akan kelihatan saat usia kehamilan 6 minggu. Tapi penasaran ini beneran hamil apa nggak sih. Maklum, namanya juga kehamilan pertama.

Senin, 27 Agustus 2018

Malamnya, saya langsung ke bidan di Klinik Afiah. Bidan bilang, janinnya mungkin baru sebesar biji kacang hijau. Karena di bidan tidak ada fasilitas USG 2D, jadi ya nggak bisa dicek juga si dedeknya. Bidan kemudian meresepkan asam folat dan tablet penambah darah. Karena pakai BPJS, saya tidak dikenakan biaya apapun.

(Baca juga: Pengalaman Periksa Kehamilan di Bidan dan Biaya Persalinan di Bidan Wilayah Bogor)

Sabtu, 1 September 2018

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu pemeriksaan pertama di dokter kandungan. Berhubung sebelum menikah saya pernah periksa ke dr. Dian Ambarwati SPOG dan merasa nyaman, saya mendaftar untuk diperiksa dengan beliau di RS Ummi Bogor. Alhamdulillah, setelah dilakukan USG transvaginal, kantung janin sudah terlihat. Berdasarkan HPHT, usia kandungan saya memasuki 6 minggu.

hasil usg 6 minggu kehamilan - ranselriri
Hasil USG kehamilan 6 minggu. Sudah terlihat kantung ketuban.

Saya juga berkonsultasi mengenai obat Dismeno yang saya minum sebelum tahu kalau saya hamil. Syukurlah, ternyata obat tersebut terbuat dari herbal dan nggak membahayakan janin. Karena saya masih punya folavit, dokter Dian nggak meresepkan vitamin apapun.

Gejala-gejala yang saya kira adalah gejala haid (kram), ternyata merupakan gejala awal kehamilan. Mengutip dari Alodokter, tanda-tanda hamil muda di antaranya:

  • Perubahan pada payudara
    Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat payudara terasa lebih padat, sensitif, dan lebih kencang.
  • Merasa sangat Lelah
    Kelelahan yang tidak tertahankan dan sering tanpa sebab dapat menjadi gejala awal dari kehamilan. Gejala ini dapat berlanjut terutama pada 3 bulan awal masa kehamilan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kadar progesteron dan perubahan pada produksi darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh.
  • Hilangnya nafsu makan
    Peningkatan kadar hormon dan sensitivitas terhadap bau-bauan dapat membuat wanita hamil menjadi tidak berselera menyantap makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi.
  • Pusing
    Pusing kerap dirasakan di awal usia kehamilan akibat turunnya tekanan darah dan menyempitnya pembuluh darah.

Sedangkan mual muntah, sensitif terhadap bau, dan konstipasi baru saya rasakan memasuki usia 7 minggu kehamilan. Beberapa ibu hamil ada juga yang mengalami bercak darah, sehingga sering menyangka haid. Padahal, bercak darah tersebut merupakan tanda menempelnya sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim. Namun pada kehamilan pertama ini, saya nggak mengalaminya.

Nah itu dia cerita tentang awal kehamilan pertama saya. Cerita berlanjut ke pengalaman hamil trimester pertama. Terima kasih ya sudah menyempatkan membaca cerita kehamilan pertama 1000+ kata ini 😆.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *