Pengalaman Bermalam di Sleeper Train dari Shiraz Menuju Tehran Iran

Jarak antara Shiraz dan Tehran adalah 683 kilometer. Kalau dilihat di peta, rutenya seperti membelah negeri Persia, yang artinya bakal jadi perjalanan jauh 😁.

Shiraz to Tehran by Train
Sejauh ini 😮

Ada tiga mode transportasi umum untuk menuju Tehran dari Shiraz yaitu pesawat, bus, dan kereta. Naik pesawat belum tentu paling mahal, karena harganya bisa aja beda dikit atau malah lebih murah dari naik kereta. Apalagi untuk keberangkatan di hari kerja.

Saya memilih kereta, karena setelah dicek harganya jauh lebih murah dibandingkan pesawat. Selain itu saya memang ingin mencoba bermalam di sleeper train untuk pertama kalinya. Waktu tempuh menggunakan pesawat hanya 1 jam 20 menit saja, sedangkan jika menggunakan kereta bisa memakan waktu hingga 15 jam. Tapi perjalanan selama ini dijamin nggak berasa kok. Soalnya fasilitas keretanya bagus, lengkap, dan nyaman.

Tiket kereta bisa dibeli secara online, atau di agen perjalanan. Waktu itu saya membeli di agen ‘Shirdal Airya’ yang letaknya ada di pinggir jalan menuju Jame Mosque of Yazd. Setelah membandingkan dengan travel di sebelahnya, harga tiket kereta di agen ini lebih murah dengan mbak-mbak yang lebih helpful dan ramah. Siapkan paspor dan uang cash karena di Iran susah untuk gesek kartu kredit. Harga tiket kereta saya waktu itu adalah 840.000 Rial.

Shiraz Railway Station - ranselriri

Kereta berangkat dari Shiraz Railway Station yang jaraknya sekitar 40 menit dari pusat kota Shiraz. Saran saya, luangkan waktu lebih banyak kalau memilih naik kereta. Karena selain jarak stasiun yang lumayan jauh dari pusat kota, diperlukan berbagai prosedur pengecekan dokumen yang lumayan menyita waktu untuk turis asing.

Stasiun kereta Shiraz sendiri besar, modern, dan super bersih. Malah menurut saya lebih mirip bandara.

Shiraz Railway Station - ranselriri 2Shiraz Railway Station - ranselriri 3Shiraz Railway Station - ranselriri 4Shiraz Railway Station - ranselriri 5 - ranselriri

Sleeper train ini terbagi dalam kompartemen dengan empat tempat tidur di setiap kompartemen. Empat kursi di bawah bisa dilipat dan disulap jadi dua tempat tidur, sedangkan dua tempat tidur lain berada di atas. Karena saya traveling bertiga, artinya kami harus berbagai kompartemen dengan satu orang lain.

Sleeper train di Iran - ranselriri

Sleeper train di Iran - ranselriri 2
Lorong kompartemen.

Setiap orang mendapat bantal dan selimut yang cukup tebal, bukan yang tipis macem di pesawat kelas ekonomi 😀. Jangan bayangin selimut bau apek, karena peralatan tidur yang tersedia semua wangi laundry dan dibungkus plastik. Peralatan tidur ini dikemas dalam tas, jadi setelah dipakai harap dibereskan lagi.

Sleeper Train di Iran - ranselriri 1
Bantal dan selimut

Uniknya, di sleeper train Iran berlaku waktu minum teh atau tea time. Orang Iran memang gemar sekali minum teh dan teh di Iran memang enak-enak. Tapi saya baru tau kalau tea time juga jadi semacam kebiasaan di sini, seperti di Inggris. Tea time berakhir sebelum magrib, jadi harap segera dinikmati karena termos, cangkir, dan peralatan ngeteh lainnya kecuali camilan akan diambil oleh petugas kereta.

Kalau mau makanan berat juga tersedia, tapi harus pesan dan bayar sendiri ya. Nanti ada petugas yang berkeliling kompartemen untuk menawarkan menu. Makanan akan disajikan di restoran. Waktu itu saya pesan nasi ayam butter dengan harga 100.000 Rial. Rasanya sih biasa aja, tapi porsinya banyaaaak, jadi bisa untuk berdua.

Memasuki waktu magrib, kereta akan berhenti sejenak di stasiun yang ada masjidnya. Turun aja dulu untuk solat karena kereta berhenti cukup lama.

Fasilitas lain yang tersedia adalah dua TV kecil, tapi nyaris nggak berguna karena siarannya ga menarik 😅. Tersedia juga colokan untuk charge hp. Oh iya, toilet di kereta juga cukup bersih kok.

IMG_20171120_174331
Mama saya dan Bahar, orang Iran yang satu kompartemen dengan kami.

Perjalanan yang sebenarnya lama jadi tidak berasa karena saya benar-benar menikmati pengalaman ini. Kami juga banyak ngobrol dengan Bahar, mahasiswi Iran  baik hati sekaligus translator dadakan (kebetulan dia ambil jurusan sastra Inggris). Kalaupun nanti kalian naik kereta sendirian atau berdua, kalian akan mendapat teman perjalanan berjenis kelamin sama.

Saya tiba di Iran pukul 07.00 pagi, agak ngaret dari waktu yang tertera di tiket. Kami langsung menyimpan bagasi di tempat penitipan, lalu lanjut ke Tajrish Bazaar untuk berbelanja oleh-oleh sebelum pulang ke tanah air di malam harinya.

(Baca juga: Rp3 jutaan Keliling 8 Kota di Iran selama Dua Minggu)

Ada pertanyaan seputar sleeper train atau transportasi selama liburan di Iran? Silakan tinggalkan di kolom komentar ya.

2 thoughts on “Pengalaman Bermalam di Sleeper Train dari Shiraz Menuju Tehran Iran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *