Pengalaman Mengikuti Kelas Hypnobirthing

Istilah hypnobirthing semakin akrab di telinga saya semenjak follow akun @bidankita dan @lannykuswandi. Saya mengenal istilah hypnobirthing sebelum menikah, tepatnya waktu menonton vlog kisah persalinan seorang publik figur. Di videonya si artis bercerita tentang persalinannya yang tenang, nyaman, ditemani suami tercinta. Nggak ada drama panik atau teriak-teriakan.

Setelah menikah dan akhirnya dikasih rezeki hamil, saya berusaha mengupayakan diri supaya nantinya bisa menjalani persalinan seperti itu. Keingintahuan saya seputar hypnobirthing membawa saya ke berbagai kisah melahirkan normal yang penuh haru dan indah. Beberapa ada yang memang ditemani oleh pakar seperti Lanny Kuswandi. Tapi banyak juga yang bisa menerapkannya dengan melahirkan di klinik bidan mandiri, di rumah, atau rumah sakit sekalipun. Dan nggak semuanya artis kok. Banyak ibu-ibu biasa pun yang akhirnya sukses melahirkan dengan nyaman.

Untuk yang belum tahu tentang hypnobirthing, hypnobirthing merupakan metode yang digunakan dengan memprogram alam bawah sadar, bagi ibu hamil yang ingin mempersiapkan persalinan dan melahirkan dengan nyaman. Hypnobirthing beda dengan hipnotis yang kita lihat di TV. Prosesnya sendiri lembut dan diawali dengan relaksasi.

Lalu apa bedanya dengan gentle birth?

Gentle birth adalah sebuah filosofi dan pemahaman bahwa persalinan bisa dilakukan dengan lembut, di mana seorang wanita mampu mendayagunakan tubuhnya dan percaya terhadap kemampuan tubuhnya untuk bisa bersalin dengan nyaman. Persalinan dengan gentle birth adalah persalinan dengan kesadaran penuh, di mana wanita menyadari insting tubuhnya sendiri dan memandang nyeri persalinan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.

Dalam gentle birth, proses persalinan diyakini akan berlangsung aman dan nyaman. Untuk mewujudkannya, ibu harus siap lahir batin, jadi bukan hanya menyiapkan fisik. Dengan gentle birth, diharapkan akan terwujud persalinan minim trauma baik untuk ibu maupun bayinya.

Memangnya melahirkan bisa bikin trauma? Kalau jalan-jalan di forum atau IG Bude Yessie, banyaak ibu-ibu yang merasa trauma melahirkan. Kebanyakan karena ketidaktahuan akan intervensi medis yang didapat saat melahirkan. Misalnya harus diinduksi hanya karena melewati HPL (padahal kondisi janin dan ketuban masih oke), SC mendadak, diepisiotomi (padahal ini justru malah memperlama proses penyembuhan), dan lain sebagainya.

Intinya, hypnobirthing dan gentle birth saling bertalian dan saling menjembatani.

Kepanjangan ga nih buibu? Hehe.

Singkatnya, saya pun memutuskan untuk mengikuti mini class hypnobirthing yang diadakan oleh Mommybe Depok. Kenapa sama suami juga? Ya karena suamilah yang akan mendampingi saya saat melahirkan nanti. Jadi dia juga harus paham sama ilmunya dong. Percuma kalau saya bisa tenang tapi doi malah panik di hari H.

Kelas hypnobirthing di Mommybe dipandu oleh tiga orang bidan yang interaktif dan ramah-ramah. Di awal kelas, para peserta diminta untuk menuliskan kekhawatiran soal persalinan.

Ini kekhawatiran versi saya:

  • Proses pembukaan berjalan lama.
  • Ketuban pecah dini (KPD).
  • Kehamilan lebih dari HPL.
  • Perineum tidak utuh.
  • Dedeknya kegedean.

Selanjutkan dijelaskan tentang kekuatan pikiran. Pikiran kita ternyata SANGAT KUAT loh.

Saya membuktikannya sendiri. Saat dikasih bandul, bandul tersebut mampu bergerak sesuai yang saya arahkan. Dan ketika saya minta berhenti, bandul tersebut bergoyang perlahan dan langsung berhenti. Iya, seajaib dan sekuat itu ternyata kekuatan pikiran kita.

Terus apa hubungannya dengan persalinan nanti?

Alam bawah sadar manusia berperan sebesar 82% terhadap fungsi diri kita. Makanya kalau kita panik atau gugup, kita cenderung melakukan hal-hal ceroboh.

Dengan hypnobirthing, pikiran, perasaan, keyakinan, dan tindakan akan dilatih untuk bersikap tenang saat persalinan. Dalam kondisi terpanik pun, kita bisa tetap tenang. Jadi nggak ada tuh drama ala sinetron saat lahiran nanti.

Kalau bandul yang notabene benda mati aja nurut sama pikiran kita, apalagi tubuh kita yang terdiri dari sel-sel hidup. Apalagi dedek bayi yang sudah bernyawa. Yakinlah kalau dengan seizin Allah, kita bisa menguasai pikiran dan tubuh kita.

Untuk bisa menguasai pikiran dan tubuh ini diperlukan afirmasi berulang. Afirmasi adalah niat positif yang diucapkan dan ditanamkan dalam hati dan tubuh ibu, serta janin dalam kandungan.

Ini afirmasi yang saya dan suami tanamkan setiap hari:

Afirmasi kehamilan:

  • Dedek mainnya pelan-pelan ya, jangan sampai terlilit tali pusar.
  • Dedek, kepalanya di bawah ya.
  • Dedek, yuk cepat turun ke panggul biar bisa ketemu ibu.
  • Dedek lahir sebelum melebihi HPL ya.

Afirmasi persalinan:

  • Proses bukaanku cepat, lancar, dan nyaman.
  • Dedek keluar dengan lembut dan pintar.
  • Tubuhku kuat dan napasku teratur.
  • Semakin kuat gelombang cinta, semakin turun dedek ke jalan lahir, semakin cepat bertemu ibu dan ayah.
  • Ketubanku jernih dan tidak pecah sebelum waktunya.
  • Aku tersenyum setiap pembukaan.
  • Bidan yang menanganiku tenang dan siap bekerja sama.

Kalau sebelumnya saya dibuktikan betapa powerfulnya kekuatan pikiran. Di sesi berikutnya, saya dibimbing untuk mengalihkan rasa sakit saat kontraksi. Latihan dilakukan dengan menggunakan media es batu.

Bener loh, semakin saya merasa tenang dan pandai mengatur napas, rasa dingin es segede gelonggongan itu nggak berasa di tangan saya. Selain itu saya juga dibimbing mengalihkan rasa dingin es sambil membayangkan hal-hal yang bahagia.

Kesan setelah mengikuti mini class hypnobirthing di Mommybe adalah RECOMMENDED dan kalau bisa diikuti oleh setiap bumil dan pakmil. Apalagi yang belum punya pengalaman melahirkan kayak saya 😃.

Jangan khawatir dengan biayanya. Karena dengan investasi yang sangat terjangkau, ilmu dan manfaat yang didapat lebih dari itu.

Hypnobirthing bisa diikuti mulai trimester pertama dan lebih sering dilatih maka akan semakin bagus. Tapi saya sendiri mengikutinya di usia kehamilan 30 minggu.

Nah PR sesudah mengikuti kelas hypnobirthing di Mommybe adalah melatihnya. Untuk itu, saya rutin mendengarkan panduan relaksasi hypnobirthing dan panduan afirmasi yang didapat dari buku keajaiban hypnobirthing karya Lanny Kuswandi.

Semoga sharing ini bermanfaat ya. Terutama bagi bumil dan pakmil yang sedang bersiap menyambut kehadiran buah hati 😊.

Mommybe - Birth Service
IG: mommybe_
Kontak: 089503443469
Alamat: Jl. Kp. Rangkapan Jaya No.16, Rangkapan Jaya, Pancoran MAS, Kota Depok, Jawa Barat

7 thoughts on “Pengalaman Mengikuti Kelas Hypnobirthing

          1. Lama juga ya mba…itu hipnobirthingnya berpasangan ya mba??sy tertarik ikut kelas hipno nya, krn saat ini sy di vonis plasenta previa dan bayi sungsang

          2. Iya mbak, sebaiknya diikuti Bersama suami ya. Lebih cepat berlatih di awal kehamilan semakin baik. Di Depok, Rumah Bersalin Depok Jaya juga punya kelas hypnobirting sebulan sekali mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *